Semata-mata Aku Hanya Ingin Belajar Lebih dan Lebih, The Owners Dawm Dzikrillah (Killer Bee)

Friday, February 3, 2012

Biografi Harun Yahya - Adnan Oktar

Pada tahun 1979, Adnan Oktar pindah ke Istanbul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan. Di masa inilah beliau mulai melaksanakan misi dakwah, menyeru manusia kepada akhlaq yang baik dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.

Masa-masa di Universitas Mimar Sinan

Sejak sebelum Adnan Oktar memulai kuliah di Universitas Mimar Sinan, Istanbul, institusi pendidikan tersebut telah berada di bawah pengaruh berbagai organisasi ilegal berhaluan Marxisme, sehingga pemikiran kekirian tampak jelas mendominasi kampus. Setiap orang, apakah ia staf di sebuah fakultas ataupun mahasiswa, adalah sosok materialis yang berpola pikir atheis. Sungguh, para staf pengajar mengambil setiap kesempatan yang ada untuk menyebarkan filsafat materialistik dan Darwinisme dalam kuliah-kuliah yang mereka berikan kendatipun dua hal ini tidak ada hubungannya dengan topik kuliah mereka. Dalam lingkungan dimana ajaran agama dan akhlaq tidak dipedulikan dan sama sekali ditolak, Adnan Oktar menyeru orang-orang di sekitar beliau kepada keesaan dan keberadaan Allah. Sebagaimana mungkin telah dimaklumi, dalam kondisi demikian, Islam tidak diberi kesempatan untuk tumbuh berkembang. Ibu beliau, Ny. Mediha Oktar, menuturkan bahwa pada masa itu beliau hanya tidur beberapa jam saja di malam hari, sebagian besar sisa waktu beliau gunakan untuk membaca, membuat catatan dan menyimpan kumpulan catatan tersebut.

Beliau membaca ratusan buku, termasuk karya-karya pokok tentang Marxisme, komunisme dan filsafat materialistik, dan mempelajari buku-buku ideologi kiri, termasuk karya-karya klasik ataupun literatur-literatur lain yang jarang dibaca orang. Beliau meneliti karya-karya tersebut, menandai bagian-bagian penting dan membuat catatan-catatan di bagian belakang buku tersebut. Hal ini membuat beliau sangat tahu tentang filsafat-filsafat serta ideologi-ideologi tersebut, jauh lebih tahu dibandingkan para pendukung ideologi itu sendiri. Beliau juga melakukan riset yang mendalam tentang teori evolusi yang dianggap sebagai landasan ilmiah dari ideologi-ideologi tersebut dan mengumpulkan berbagai dokumen dan informasi yang berhubungan dengannya. Setelah mengumpulkan informasi yang berlimpah tentang berbagai kebuntuan, kontradiksi dan kebohongan yang terdapat dalam filsafat dan ideologi yang didasarkan atas pengingkaran terhadap Allah ini; tanpa membuang-buang waktu lagi, Adnan Oktar menggunakan informasi tersebut untuk menyebarkan fakta-fakta yang ada.
Hampir ke setiap orang, termasuk para mahasiswa dan staf pengajar di universitas, beliau mendakwahkan keberadaan dan keesaan Allah, serta Al Qur’an, Kitab Suci yang diwahyukan Allah, dengan menggunakan bukti-bukti saintifik. Di tengah-tengah pembicaraan di kantin kampus, di koridor-koridor di saat jam istirahat, seseorang dapat melihat beliau sedang menjelaskan kelemahan dan kesalahan filsafat materialistik dan Marxisme dengan mengambil cuplikan dari buku-buku yang menjadi referensi dari ideologi itu sendiri. Beliau memberikan perhatian khusus kepada teori evolusi. Teori yang dimunculkan oleh kelompok tertentu untuk melawan fakta penciptaan ini diyakini sebagai sesuatu yang benar oleh para mahasiswa universitas secara luas. Dengan menggunakan kedok sains, teori tersebut sebenarnya bertujuan untuk meracuni dan menghancurkan akidah dan akhlaq dari para pemuda tersebut. Seandainya makar jahat dari kebohongan ilmiah ini tidak dibongkar, maka akan muncul generasi penerus yang sama sekali tidak memiliki nilai-nilai spiritual, moral dan religius.

Karya Pertama Tentang Teori Evolusi

Adnan Oktar memusatkan usahanya dalam membuktikan kebohongan serta ancaman yang terselubung dari teori evolusi tersebut. Karena teori evolusi disebarkan dengan jalur ilmiah, beliau berpendapat bahwa sains merupakan sarana yang paling tepat untuk membongkar kepalsuan dari dasar berpijak teori buatan ini. Beliau mempersiapkan sebuah buku berjudul “Teori Evolusi”, sebuah rangkuman dari penelitian dan pengkajian beliau yang dalam tentang teori evolusi. Beliau menanggung sendiri semua biaya yang dikeluarkan untuk pencetakan dan penggandaan buku tersebut dari uang hasi penjualan beberapa harta warisan yang beliau terima dari keluarganya. Kemudian beliau membagi-bagikan buku-buku tersebut secara gratis kepada para mahasiswa dan mendiskusikannya dengan siapapun yang ditemuinya. Buku ini memuat ulasan yang sangat lengkap yang membuktikan bahwa teori evolusi adalah sebuah kebohongan yang tidak logis dan tidak memiliki nilai ilmiah sama sekali. Setiap orang yang berdiskusi dengan beliau dapat dengan jelas memahami bahwa teori evolusi tidak memiliki kebenaran ilmiah sedikitpun. Sehingga seseorang dapat dengan mudah memahami fakta bahwa tak satu makhluk hidup pun yang dapat muncul di dunia ini secara kebetulan kecuali dengan kehendak Allah. Namun sebagian mahasiswa yang taklid secara buta terhadap pemikiran materialisme, kendatipun telah mengetahui kebenaran, secara terang-terangan menyatakan pengingkaran mereka. Beberapa diantara mereka sampai berani mengatakan: ”Bahkan seandainya saya melihat Allah dengan mata kepala saya sendiri, saya akan tetap berperang melawan-Nya.”

Lebih dari itu, beberapa mahasiswa militan di universitas tersebut secara terang-terangan mengancam Adnan Oktar dengan mengatakan bahwa nyawa beliau dalam bahaya jika beliau tidak mau berhenti dari aktifitasnya. Namun semua tekanan dan ancaman ini hanyalah membuat tekad Adnan Oktar semakin kuat dan kokoh. Reaksi yang keras dan kekhawatiran dari kaum materialis dan atheis adalah bukti yang nyata bahwa Adnan Oktar berada pada pihak yang benar. Di universitas yang didominasi oleh kaum Marxis, dimana sering terjadi perbuatan anarki, setiap hari puluhan orang mati terbunuh. Dalam kondisi yang demikian, beliau secara terbuka mendakwahkan tentang keberadaan dan keesaan Allah serta kemuliaan Al Qur’an. Di sebuah institusi pendidikan dimana orang-orang menyembunyikan keimanan mereka, beliau secara rutin datang ke masjid Molla dan melakukan sholat tanpa mengindahkan semua tanggapan dan ancaman yang ditujukan kepadanya.

Ketakutan Staf Pengajar Atheis

Adnan Oktar selalu menghadiri kuliah-kuliah dengan membawa dokumen-dokumen saintifik serta kumpulan riset-risetnya dan melakukan diskusi dengan para staf pengajar mengenai filsafat materialistik dan teori evolusi. Pada saat itu, ada dua orang staf pengajar yang tak henti-hentinya berbicara tentang evolusi dan melakukan propaganda atheisme. Karenanya, dua orang ini menjadi populer dan dihormati di kalangan para mahasiswa Marxis. Namun ketidakbecusan dalam mempertahankan pendapat mereka dalam diskusi-diskusi mereka dengan Adnan Oktar, ditambah dengan jawaban-jawaban yang tidak logis yang mereka berikan telah secara gamblang memperlihatkan kegagalan dan kepalsuan dari teori-teori yang mereka ajarkan kepada para mahasiswa.
Suatu hari setelah kuliah, satu dari staf pengajar ini melakukan diskusi singkat namun cukup mengena dengan Adnan Oktar mengenai kebuntuan teori evolusi. Pengajar ini tidak mampu memberikan penjelasan dan jawaban yang masuk akal atas dokumen-dokumen saintifik dan penjelasan logis yang diberikan Adnan Oktar. Segala yang ia dapat lakukan adalah tergopoh-gopoh meninggalkan tempat itu. Kekalahannya dalam berdiskusi di hadapan mata para mahasiswa membuatnya sangat terpukul. Semenjak itu, staf pengajar yang biasanya membuat pembicaraan filsafat yang “serius” dan panjang dengan para mahasiswanya di koridor-koridor setelah kuliah kini terlihat tergesa-gesa untuk menuju kantornya agar tidak bertemu dengan Adnan Oktar. Sebagian besar dari para mahasiswa Universitas Mimar Sinan pada masa itu mengetahui tentang hal ini.

Seorang Diri Selama Tiga Tahun

Ketika pertama kali mendakwahkan Islam di Universita Mimar Sinan, Adnan Oktar hanyalah seorang diri. Selama lebih dari tiga tahun, tak seorang pun yang menerima dakwah beliau. Orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama dan mendukung beliau secara penuh belum nampak ataupun menyertai beliau dalam periode tersebut. Namun kurangnya dukungan tidak merubah komitmen beliau. Beliau sadar bahwa Allah adalah satu-satunya Penolong dan beliau melakukan ini semua demi mendapatkan keridhaan Allah. Kadang ada beberapa pemuda yang mendengarkan dan setuju dengan ide beliau. Namun ini hanyalah sebatas ketertarikan yang tidak pernah berkembang menjadi dukungan penuh. Tiga tahun telah berlalu di Universitas Mimar Sinan dan dalam jangka waktu tersebut, Adnan Oktar berusaha untuk menemukan orang-orang yang dapat memahami keberadaan Allah. Ini adalah periode dimana beliau melakukan sebuah perjuangan ideologi melawan Marxisme dan atheisme seorang diri dengan sarana yang beliau miliki. Lama kelamaan para tokoh Marxis di kampus mulai menghindari beliau. Merasa tak mampu membantah argumentasi saintifiknya tentang teori evolusi dan Marxisme, mereka tak dapat melakukan apa-apa lagi kecuali mencemooh dan mengkritik jenggot, pakaian serta cara hidup beliau.

Para Pendukung Beliau Yang Pertama

Adnan Oktar memperoleh nilai yang tinggi dalam tes masuk Universitas Mimar Sinan. Beliau memiliki kemampuan yang mengagumkan dalam bidang seni lukis. Beliau dapat saja dengan mudah mengambil jurusan seni rupa dan mencapai karir hingga puncaknya. Beliau mungkin saja berpikir, ”Pertama-tama biarlah saya mencapai apa yang saya cita-citakan dan setelah itu baru saya akan mendakwahkan Islam”; namun beliau tidak melakukannya. Beliau menghabiskan seluruh waktu, energi dan sarana yang ada untuk tujuan yang satu. Ketiadaan pendukung selama tahun-tahun ini sebenarnya dapat saja mendorong Adnan Oktar untuk berpikir bahwa segala usahanya telah sia-sia dan lebih baik berhenti. Namun beliau tidaklah demikian. Berbekal tekad dan komitmen, beliau terus berdakwah menyebarkan kalimat Allah kepada orang-orang di sekitar beliau dengan senantiasa mengingat perkataan Bediuzzaman Said Nursi, ”Yang dibutuhkan bukanlah keahlian dalam mengumpulkan jumlah pendengar yang banyak, akan tetapi bagaimana untuk mendapatkan keridhaan Allah”. Akhirnya di tahun 1982, untuk pertama kali, beberapa mahasiswa baru Universitas Mimar Sinan memutuskan untuk mendukung Adnan Oktar dalam dakwahnya. Seiring dengan bergantinya bulan dan tahun, jumlah para pemuda yang sependapat dengan beliau bertambah. Keajaiban dalam ciptaan Allah, kepalsuan pandangan-pandangan golongan Marxis yang merupakan ideologi dominan waktu itu adalah tema utama dari pembicaraan Adnan Oktar dengan para pemuda ini. Ambisi utama beliau adalah untuk mengarahkan para pemuda tersebut agar menjadi orang-orang yang terhormat. Dari tahun 1982 hingga 1984, sebuah kelompok yang beranggotakan sekitar 20-30 orang telah terbentuk. Pada tahun 1984, beberapa pemuda yang merupakan anak dari kalangan keluarga terhormat di Istanbul diperkenalkan kepada beliau. Mereka berasal dari keluarga yang dikenal, memiliki kedudukan serta status ekonomi yang tinggi dalam masyarakat. Selama berdiskusi dengan Adnan Oktar, para pemuda ini memahami secara menyeluruh pentingnya nilai-nilai akhlaq dan mulai merubah pola hidup mereka. Ketaatan mereka terhadap akhlaq Islam sungguh membuat takjub masyarakat di sekitar mereka tinggal. Selama dua tahun setelah tahun 1984, pembicaraan yang diadakan bersama dengan para pemuda yang waktu itu masih duduk di bangku sekolah menengah tingkat atas swasta di Istanbul berkisar masalah akhlaq. Selama tahun-tahun ini, Adnan Oktar tidak lagi belajar di universitas Mimar Sinan. Beliau terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah fakultas baru di Universitas Istanbul, jurusan Filsafat. Para pemuda yang bertemu Adnan Oktar sangatlah bersimpati kepada beliau dan sangat kagum atas perilaku, pandangan dan sikap beliau yang santun. Oleh karena para pemuda ini juga memperkenalkan beliau kepada teman-teman mereka, sejumlah besar siswa sekolah menengah tingkat atas berkesempatan untuk bertemu dengan beliau. Nama beliau muncul untuk pertama kali di majalah Nokta (Titik) pada tahun 1986 dan ini adalah kali pertama beliau dikenal masyarakat luas.

Kemunculan di Media Masa

Ihwal tentang Adnan Oktar muncul sebagai berita utama pada majalah Nokta setelah kunjungan Rusen Cakir, seorang koresponden majalah tersebut, ke sebuah masjid dimana Adnan Oktar melakukan pertemuan dan diskusi dengan para rekannya. Laporan yang di muat dengan judul “Pendukung setia dari kampus” ini berkisah tentang Adnan Oktar dan cara beliau mengkomunikasikan pesan-pesan Islam kepada para pemuda di sekelilingnya. Selama periode ini, banyak para mahasiswa universitas, kebanyakan dari Universitas Bosphorus yang merupakan salah satu universitas paling ternama di Turki, mulai berdatangan dan ikut berdiskusi dengan Adnan Oktar. Hingga awal musim panas di tahun yang sama, pihak media masa memuat laporan tentang Adnan Oktar hampir setiap hari. Banyak surat kabar yang menampilkan nama beliau dalam judul laporan utama. Keberhasilah Adnan Oktar dalam mendakwahkan pesan-pesan Islam kepada lapisan masyarakat yang terkesan paling jauh dari agama sungguh mengejutkan kalangan media masa.

Yahudi dan Freemasonry

Ketika itu, karya Adnan Oktar tentang Yahudi dan freemasonry sebentar lagi akan diterbitkan. Adnan Oktar memusatkan kerja kerasnya untuk masalah yang satu ini mengingat dalam Al Qur’an Allah memalingkan perhatian kita kepada kaum Yahudi, salah satu musuh terbesar kaum mukmin. Dari penelitiannya, Oktar sampai pada kesimpulan bahwa aktifitas Zionisme di negara Turki dilakukan oleh freemasonry, sebuah kelompok rahasia. Ada pengaruh yang terselubung namun meluas dari freemasonry pada kantor-kantor pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan tinggi, organisasi-organisa si politik dan media masa. Misi utama mereka adalah untuk secara bertahap menjauhkan bangsa Turki dari nilai-nilai spiritual, religius dan moral dan menjadikan mereka seperti binatang sebagaimana yang tercantum dalam Taurat yang sudah diubah-ubah. Untuk mencapai tujuan ini, pandangan para materialis, teori evolusi dan pola hidup yang amoral dan bertentangan dengan agama disebarluaskan kepada masyarakat. Para anggota freemasonry di semua lembaga pemerintahan, media masa dan institusi pendidikan memegang kendali utama dalam melaksanakan indoktrinasi ini secara besar-besaran. Inilah yang menyebabkan Adnan Oktar memusatkan perhatiannya kepada masalah tersebut. Dengan melalui rintangan yang sangat berat, akhirnya beliau berhasil mendapatkan publikasi-publikasi yang asli dari kaum freemasonry yang sebenarnya dikhususkan untuk kalangan mereka sendiri. Buku Yahudi dan Freemasonry diterbitkan pada periode ini dan merupakan sebuah hasil dari penelitian yang mendalam dan terinci yang dilakukan terhadap literatur-literatur asli freemasonry selama bertahun-tahun. Penerbitan buku Yahudi dan freemasonry waktu itu menjadi titik kulminasi bagi Adnan Oktar. Masyarakat luas mendapatkan akses ke “dalam” freemasonry, sebuah organisasi yang melakukan aktifitasnya secara rahasia. Buku ini membeberkan daftar anggota kuil-kuil Freemason, jabatan tiap-tiap anggota dalam organisasi tersebut, daftar orang-orang Freemason yang duduk dalam pemerintahan, berbagai perusahaan dan institusi Freemason, aktifitas-aktifitas mereka, kekuatan ekonomi dan politik yang dipegang oleh Freemason. Sumber utama dari segala informasi ini adalah publikasi asli dari Freemason. Pendek kata, buku ini membongkar wajah gelap dari freemasonry, yakni sebuah kelompok rahasia yang memiliki hubungan akrab dengan Zionisme. Dalam buku tersebut, para pembaca dapat mengetahui tentang aktifitas Freemason yang memiliki keterkaitan erat dengan cita-cita kaum Zionis, struktur organisasi dan hirarki dari freemasonry, simbol-simbol dan acara-acara ritual, hubungan antara freemasonry dan agama Yahudi, kitab Taurat yang telah dirubah dan tradisi Kabbalah.

Kelompok Freemasonry Mulai Menyerang

Terbongkarnya bagian paling rahasia dari para freemasonry di hadapan umum tentunya tidak disukai oleh para anggota organisasi terselubung ini. Di lain pihak, sebagian keluarga-keluarga elit merasa terganggu dikarenakan anak-anak mereka mulai merubah gaya hidup mereka dan mulai melaksanakan kewajiban-kewajiban agama. Pada intinya, dua faktor inilah yang mendorong kaum Freemason berupaya untuk menghentikan aktifitas Adnan Oktar.

Mulanya, melalui “mediators” atau “pihak ketiga” mereka menawarkan sejumlah besar uang kepada Adnan Oktar agar mau menghentikan penerbitan buku Yahudi dan Freemasonry. Setelah mendapatkan jawaban “tidak”, mereka mulai mengancam beliau. Setelah cara yang kedua ini pun gagal, mereka lalu menahan Adnan Oktar dengan tuduhan melakukan tindak kriminal yang beliau sendiri tidak pernah mengetahuinya. Berita yang beredar kemudian mengatakan bahwa alasan beliau ditahan adalah karena perkataan beliau: ”Saya berasal dari suku bangsa Ibrahim dan Turki” dalam wawancara yang dimuat di sebuah surat kabar. Di saat yang bersamaan, laporan palsu, berita yang tidak ada buktinya dan fitnah terhadap beliau mulai bermunculan di media masa. Sudah pasti bahwa kelompok freemasonry menganggap beliau sebagai ancaman yang serius bagi eksistensi mereka. Sebelum segala sesuatunya terlambat, mereka mengambil inisiatif untuk menghentikan aktifitasnya.
Siksaan di Rumah Sakit Jiwa

Adnan Oktar dikurung di ruangan bersama para pasien penyakit jiwa yang berbahaya. Rekan-rekannya hanya diperbolehkan menjenguknya 5 – 10 menit di balik jeruji besi. Beliau seringkali mengingatkan kepada para penjenguknya, “Janganlah khawatir, Allah bersama kita.”

Adnan Oktar mula-mula ditahan dan ditempatkan dalam sebuah penjara. Lalu, beliau dipindahkan ke rumah sakit jiwa Bakirköy dan ditempatkan di bawah pengawasan dengan alasan yang dibuat-buat, yakni bahwa secara mental beliau tidak sehat. Dalam rumah sakit tersebut beiau di tempatkan di ruang 14A, sebuah bagian khusus tempat tinggal pasien-pasien yang sangat berbahaya dan orang-orang yang kebal hukuman. Pembunuhan adalah kejadian biasa bagi para pasien sakit jiwa ini, sehingga Oktar diperkirakan akan menjadi korban dari salah seorang di antara mereka. Untuk beberapa lama kaki beliau dirantai ke sebuah tempat tidur dan beliau diperlakukan secara biadab. Secara paksa, beliau diberi obat yang mengganggu kesadarannya. Di sisi lain, para sahabat beliau yang masih muda yang secara diam-diam berhasil menjenguk dan melihatnya menyaksikan bahwa beliau tidak pernah kehilangan komitmen dan semangat selama berada di rumah sakit tersebut. Segala sesuatu yang beliau alami justru meningkatkan komitmennya. Ekspresi wajah beliau yang terlihat dalam foto yang diambil di depan jendela jeruji merupakan indikasi yang terang bahwa Adnan Oktar bertekad untuk meneruskan perjuangannya. Oktar dimasukkan dalam penjara dan rumah sakit jiwa secara keseluruhan selama 19 bulan untuk kemudian dinyatakan terbukti tidak bersalah dan dibebaskan oleh pengadilan karena pernyataanya terbukti tidak bersifat ofensif. Setelah dibebaskan, beliau melihat bahwa selama berada di rumah sakit jiwa, jumlah pendukung dari kalangan muda meningkat pesat. Sebagian dari mereka melihat beliau untuk pertama kali di rumah sakit tersebut. Karena ada larangan mengunjungi beliau, mereka hanya dapat melihatnya dibelakang jeruji besi rumah sakit. Pembicaraan yang berlangsung beberapa menit yang mereka lakukan dengan Adnan Oktar di belakang jeruji besi ini -seseorang hanya dapat pergi ke tempat tersebut dengan memanjat pagar rumah sakit- membuat para pemuda ini memiliki rasa kecintaan dan hormat yang mendalam terhadapnya
 
Babliografi 

Buku-buku karya Harun Yahya, yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia:
  • 'Tangan Rahasia' di Bosnia,
  • Kebohongan Holocaust (belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007), Adnan Oktar menyangkal menulis buku ini).
  • Di Balik Tirai Terorisme,
  • Kartu-Kurdi Israel,
  • Strategi Nasional bagi Turki,
  • Moral Qur'ani: Solusi,
  • Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki,
  • Bencana Kemanusiaan Akibat Ulah Darwinisme,
  • Kebohongan Teori Evolusi,
  • Bangsa-Bangsa Yang Diadzab,
  • Nabi Musa,
  • Zaman Keemasan,
  • Keagungan Warna Ciptaan Allah,
  • Kebesaran Allah di Setiap Sudut Alam Semesta,
  • Hakikat Kehidupan Dunia,
  • Pengakuan Kaum Evolusionis,
  • Kekeliruan Kaum Evolusionis,
  • Sihir Darwinisme,
  • Agama Darwinisme,
  • Al-Qur'an Menuntun Kepada Ilmu Pengetahuan,
  • Asal Usul Kehidupan yang Sesungguhnya,
  • Penciptaan Alam Semesta,
  • Keajaiban Al-Qur'an,
  • Desain Pada Alam,
  • Perilaku Pengorbanan Diri dan Kecerdasan Pada Dunia Hewan,
  • Keabadian Telah Berlangsung,
  • Anakku Darwin Telah Berbohong!,
  • Berakhirnya Darwinisme,
  • Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?,
  • Keabadian dan Hakikat Takdir,
  • Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu,
  • Misteri DNA,
  • Keajaiban Atom,
  • Keajaiban Sel,
  • Keajaiban Sistem Kekebalan,
  • Keajaiban Mata,
  • Keajaiban Penciptaan Tumbuhan,
  • Keajaiban Laba-Laba,
  • Keajaiban Semut,
  • Keajaiban Nyamuk,
  • Keajaiban Lebah,
  • Keajaiban Biji,
  • Keajaiban Rayap.
Karya penulis dalam bentuk booklet:
  • Misteri Atom,
  • Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan,
  • Keruntuhan Materialisme,
  • Berakhirnya Materialisme,
  • Kekeliruan Kaum Evolusionis 1,
  • Kekeliruan Kaum Evolusionis 2,
  • Mikrobiologi Meruntuhkan Teori Evolusi,
  • Fakta Penciptaan,
  • 20 Pertanyaan Yang Meruntuhkan Teori Evolusi,
  • Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.
Karya-karya pengarang yang berhubungan dengan Al-Qur'an:
  • Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?,
  • Mengabdi Hanya Kepada Allah,
  • Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah,
  • Surga,
  • Teori Evolusi,
  • Nilai Akhlaq Dalam Al-Qur'an,
  • Ilmu Al-Qur'an,
  • Index Al-Qur'an,
  • Hijrah di Jalan Allah,
  • Sifat Munafiq Dalam Al-Qur'an,
  • Rahasia Orang Munafiq,
  • Nama-Nama Allah Yang Agung,
  • Berdakwah dan Berdebat Dalam Al-Qur'an,
  • Konsep Dasar Dalam Al-Qur'an,
  • Jawaban-Jawaban Al-Qur'an,
  • Kematian, Kebangkitan dan Neraka,
  • Perjuangan Para Rasul,
  • Syaitan: Musuh Nyata Manusia,
  • Agama Berhala,
  • Agama Kaum Jahiliyyah,
  • Kesombongan Syaitan,
  • Doa Dalam Al-Qur'an,
  • Urgensi Akal dalam Al-Qur'an,
  • Hari Kebangkitan,
  • Jangan Pernah Lupa,
  • Hukum-Hukum Al-Qur'an yang Diabaikan,
  • Karakter Manusia Dalam Masyarakat Jahiliyyah,
  • Pentingnya Sabar Dalam Al-Qur'an,
  • Pengetahuan Umum Dari Al-Qur'an,
  • Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3,
  • Pemikiran Dangkal Kaum Kafir,
  • Iman Yang Sempurna,
  • Sebelum Anda Menyesal,
  • Perkataan Para Rasul,
  • Kasih Sayang Orang Mukmin,
  • Takut Kepada Allah,
  • Mimpi Buruk Kekafiran,
  • Nabi Isa Akan Datang Kembali,
  • Al-Qur'an Memberi Keindahan Pada Kehidupan,
  • Beragam Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4,
  • Perbuatan Dosa Bernama: 'Mencela',
  • Rahasia Ujian Kehidupan,
  • Hikmah Yang Benar Menurut Al-Qur'an,
  • Perjuangan Melawan Agama Kaum yang Tidak Beragama,
  • Tarbiyyah Nabi Yusuf,
  • Bersekutu dalam Kebaikan,
  • Fitnah Terhadap Umat Islam Sepanjang Sejarah,
  • Urgensi Mengikuti Perkataan yang Baik,
  • Mengapa Menipu Diri Sendiri?,
  • Islam: Agama Mudah,
  • Kegembiraan dan Keteguhan dalam Al-Qur'an,
  • Melihat Kebaikan pada Segala Hal,
  • Bagaimana Orang Bodoh Menafsirkan Al-Qur'an?,
  • Sejumlah Rahasia Al-Qur'an,
  • Keberanian Orang Mukmin.
Buku-buku berjudul Kebohongan Teori Evolusi :
  • Bangsa-Bangsa Yang Diadzab,
  • Bagi Kaum yang Berpikir,
  • Hakikat Kehidupan Dunia,
  • Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?,
  • Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu,
  • Keajaiban Semut,
  • Keagungan Warna Ciptaan Allah,
  • Penciptaan Alam Semesta,
  • Allah Dapat Diketahui Melalui Akal,
  • Nilai Akhlaq dalam Al-Qur'an,
  • Konsep Dasar dalam Al-Qur'an,
  • Pernahkan Anda Berpikir tentang Kebenaran?,
  • Pemikiran Dangkal Kaum Kafir,
  • Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, dan Keajaiban DNA.
Buku Buku dalam Rujukan bahasa Inggris
  • The 'Secret Hand' in Bosnia
  • Behind the Scenes of Terrorism
  • Israel's Kurdish Card
  • A National Strategy for Turkey
  • Solution: The Morals of the Qur'an
  • The Winter of Islam and Its Expected Spring
  • Communism in Ambush
  • The Bloody Ideology of Darwinism: Fascism
  • Darwin's Antagonism Against the Turks
  • The Disasters Darwinism Brought to Humanity
  • The Evolution Deceit
  • Articles 1-2-3
  • A Weapon of Satan: Romanticism
  • Truths 1-2
  • The Western World Turns to God
  • Perished Nations
  • The Prophet Moses
  • The Prophet Joseph
  • The Golden Age
  • Allah's Artistry in Colour
  • Glory is Everywhere
  • The Truth of the Life of This World
  • Confessions of Evolutionists
  • Precise Answers to Evolutionists
  • Evolutionary Falsehoods
  • The Dark Magic of Darwinism
  • The Religion of Darwinism
  • The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions
  • The Qur'an Leads the Way to Science
  • The Real Origin of Life
  • The Creation of the Universe
  • Miracles of the Qur'an
  • Consciousness in the Cell
  • A String of Miracles
  • The Design in Nature
  • Self-Sacrifice and Intelligent Behaviour Models in Animals
  • Eternity Has Already Begun
  • Children Darwin Was Lying!
  • The End of Darwinism
  • Deep Thinking
  • Timelessness and the Reality of Fate
  • Knowing the Truth
  • Never Plead Ignorance
  • The Secrets of DNA
  • The Miracle in the Atom
  • The Miracle in the Cell
  • The Miracle of the Immune System
  • The Miracle in the Eye
  • The Miracle of Creation in Plants
  • The Miracle in the Spider
  • The Miracle in the Ant
  • The Miracle in the Gnat
  • The Miracle in the Honeybee
  • The Miracle of the Seed
  • The Miracle of the Termite
  • The Green Miracle: Photosynthesis
  • The Miracle of Hormone
  • The Miracle of the Human Being
  • The Miracle of Man's Creation
  • The Miracle of Protein.

Buku anak-anak

  • Children Darwin Was Lying!
  • The World of Animals
  • The Splendour in the Skies
  • The World of Our Little Friends: The Ants
  • Honeybees That Build Perfect Combs
  • Skillful Dam Builders: Beavers

Buku kecil

  • The Mystery of the Atom
  • The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation
  • The Collapse of Materialism
  • The End of Materialism
  • The Blunders of Evolutionists 1
  • The Blunders of Evolutionists 2
  • The Microbiological Collapse of Evolution
  • The Fact of Creation
  • The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions
  • The Biggest Deception in the History of Biology: Darwinism.

Buku-buku yang bertopik Al Qur'an

  • The Basic Concepts in the Qur'an
  • The Moral Values of the Qur'an
  • Quick Grasp of Faith 1-2-3
  • Ever Thought About the Truth?
  • Crude Understanding of Disbelief
  • Devoted to Allah
  • Abandoning the Society of Ignorance
  • The Real Home of Believers: Paradise
  • Knowledge of the Qur'an
  • Qur'an Index
  • Emigrating for the Cause of Allah
  • The Character of the Hypocrite in the Qur'an
  • The Secrets of the Hypocrite
  • The Names of Allah
  • Communicating the Message and Disputing in the Qur'an
  • Answers from the Qur'an
  • Death Resurrection Hell
  • The Struggle of the Messengers
  • The Avowed Enemy of Man: Satan
  • The Greatest Slander: Idolatry
  • The Religion of the Ignorant
  • The Arrogance of Satan
  • Prayer in the Qur'an
  • The Importance of Conscience in the Qur'an
  • The Day of Resurrection
  • Never Forget
  • Disregarded Judgements of the Qur'an
  • Human Characters in the Society of Ignorance
  • The Importance of Patience in the Qur'an
  • General Information from the Qur'an
  • The Mature Faith
  • Before You Regret
  • Our Messengers Say
  • The Mercy of Believers
  • The Fear of Allah
  • The Nightmare of Disbelief
  • Jesus Will Return
  • Beauties Presented by the Qur'an for Life
  • A Bouquet of the Beauties of Allah 1-2-3-4
  • The Iniquity Called "Mockery"
  • The Mystery of the Test
  • The True Wisdom According to the Qur'an
  • The Struggle with the Religion of Irreligion
  • The School of Yusuf
  • The Alliance of the Good
  • Slanders Spread Against Muslims Throughout History
  • The Importance of Following the Good Word
  • Why Do You Deceive Yourself?
  • Islam: The Religion of Ease
  • Enthusiasm and Excitement in the Qur'an
  • Seeing Good in Everything
  • How does the Unwise Interpret the Qur'an?
  • Some Secrets of the Qur'an
  • The Courage of Believers
  • Being Hopeful in the Qur'an
  • Justice and Tolerance in the Qur'an
  • Basic Tenets of Islam
  • Those Who do not Listen to the Qur'an.















No comments:

Post a Comment